ACT Blog

logo bendera indonesia
Networking Ahmad Rudiansyah  

Peran Manusia dalam Otomasi Jaringan

ACT Communications – Lanskap TI adalah target yang selalu bergerak, penuh dengan tren dan teknologi baru, dan membuat setiap ilmuwan data, spesialis TI, dan CIO tetap waspada.

Berbagai tren ilmu data, TI, dan keamanan siber menggambarkan kemajuan besar dalam teknologi seperti AI, ML, dan analitik data besar. Inovasi ini memperkuat solusi bisnis generasi mendatang, termasuk yang memungkinkan otomatisasi jaringan.

Bagaimana peran karyawan perusahaan berubah dalam manajemen jaringan karena lebih banyak proses TI dan keamanan siber menjadi otomatis? Berikut penjelasan lebih dalam tentang otomatisasi jaringan, manfaatnya, dan mengapa campur tangan manusia masih diperlukan.

Keadaan Otomasi Jaringan Saat Ini

Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan besar-besaran dalam pekerjaan jarak jauh. Akibatnya, sebagian besar perusahaan berusaha berinvestasi dalam solusi otomasi canggih yang mampu memitigasi risiko internal dan eksternal yang sedang berlangsung.

Otomasi jaringan adalah pasar yang berkembang dengan peluang menguntungkan bagi penyedia. Diperkirakan akan mencapai $8,9 miliar pada tahun 2025, didorong oleh peningkatan adopsi AI, ML, Internet of Things (IoT), teknologi 5G, dan edge computing.

Tim TI dan pakar data saat ini mencari solusi otomatis dan digital dengan tiga karakteristik utama: kecepatan, ketangkasan, dan konsistensi. Kualitas-kualitas ini memungkinkan organisasi untuk memaksimalkan fungsionalitas dan efisiensi jaringan mereka, dua elemen penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

Pertimbangkan otomatisasi di Danske Bank. Perusahaan telah mencapai tingkat kematangan yang tinggi sebagai hasil implementasi, menurut Gyte Gedvilaite-Hansen, Deputy Head of Intelligent Automation Center of Excellence. Danske Bank hanyalah salah satu contoh dari banyak perusahaan yang memanfaatkan otomatisasi secara besar-besaran.

Peran yang Dimainkan Karyawan TI dalam Otomasi Jaringan

Upaya menjadikan otomatisasi sebagai hal pokok dalam manajemen jaringan bukanlah hal baru, namun peran karyawan terus berkembang. Bagaimana tanggung jawab karyawan TI berubah ketika otomatisasi menjadi lebih lazim?

Baca Juga :  Penggunaan IoT Pada Tahun 2022

Pertama, karyawan memainkan peran utama dalam implementasi otomatisasi jaringan. Banyak proses TI menjadi otomatis pasca implementasi, tetapi karyawan manusia harus melakukan pekerjaan untuk memasukkan otomatisasi ke dalam infrastruktur TI mereka. Manajer jaringan harus bekerja dengan CIO untuk mengidentifikasi solusi otomatis mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, membuat kasus bisnis untuk masing-masing, dan membuat panduan untuk mengimplementasikannya.

Selama fase implementasi, staf TI harus bermitra dengan vendor pihak ketiga yang tepercaya, memilih layanan dengan integrasi yang tepat, mengotomatiskan konfigurasi untuk memastikan konsistensi, dan melakukan berbagai tugas lainnya. Tanpa karyawan manusia, bagaimana jaringan bisa menjadi otomatis?

Orang mungkin mengira karyawan TI tidak lagi diperlukan untuk operasi setelah otomatisasi jaringan diatur, tetapi ini jauh dari kebenaran. Administrator dan manajer harus melakukan pelatihan karyawan menyeluruh untuk sistem baru ini. Karyawan dalam peran nonteknis harus menerima pelatihan yang memadai untuk menggunakan jaringan secara efektif dan melakukan bagian mereka dalam melindungi organisasi dari potensi ancaman.

Solusi otomatis membuat manajemen jaringan lebih mudah dalam banyak hal. Namun, organisasi masih membutuhkan karyawan untuk mengawasi proses otomatisasi, terutama saat pertama kali menggunakan infrastruktur baru. Proses otomatis hanya seefektif implementasi yang benar serta pemantauan dan pemeliharaan karyawan.

Akankah Otomasi Jaringan Meningkat Menyebabkan Pemindahan Pekerja?

Ada beberapa kekhawatiran tentang apakah otomatisasi akan menciptakan perpindahan pekerja di masa depan. Pada akhirnya, kebutuhan akan profesional TI yang terampil tidak akan hilang karena munculnya otomatisasi. Teknologi ini bekerja paling baik bersama manusia, bukan menggantikan mereka.

Masih mungkin CIO dan CTO di beberapa organisasi akan mengurangi jumlah karyawan di departemen TI mereka setelah menerapkan otomatisasi. Staf ini masih diperlukan, tetapi perusahaan mungkin memangkas biaya dengan merumahkan karyawan. Dapat dimengerti bahwa profesional TI mungkin khawatir kehilangan pekerjaan jika otomatisasi menjadi pusat perhatian.

Baca Juga :  Routing Multicast: Definisi, Protokol, & Contoh

Sejak awal 2022, perusahaan teknologi telah memberhentikan hampir 50.000 karyawan untuk mengurangi biaya overhead. PHK ini memiliki efek riak pada industri teknologi karena staf TI yang tersisa menghadapi beban kerja yang meningkat dan tekanan tinggi untuk bekerja dengan baik.

Bagaimana Otomasi Jaringan Menguntungkan Staf Manusia

Solusi otomatis yang mengambil alih tugas biasa dan berulang dengan sedikit atau tanpa interaksi manusia menawarkan manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa cara khusus agar perusahaan dapat berhasil dengan mengotomatiskan jaringan mereka.

Proses Standar

Otomatisasi jaringan memfasilitasi standarisasi proses TI dan keamanan siber yang penting di seluruh infrastruktur jaringan perusahaan. Dalam dunia TI, standardisasi adalah kuncinya — ini mengurangi friksi pengguna, memungkinkan karyawan untuk lebih memahami proses dan prosedur. Kecil kemungkinan karyawan mengalami masalah umum atau menghadapi pertanyaan sulit saat mengelola jaringan di mana ada standar yang harus diikuti.

Mengurangi Beban Kerja

Otomatisasi jaringan menghilangkan beberapa beban berat yang menjadi tanggung jawab staf TI di bawah payung manajemen jaringan dan keamanan siber. Meskipun industri TI bergerak ke arah pendekatan lepas tangan, para profesional sangat diminati dan masih integral. Namun, jaringan otomatis mengurangi jumlah pekerjaan, memungkinkan karyawan untuk fokus pada tugas yang lebih penting dan bermakna.

Meminimalkan Kesalahan Manusia

Kesalahan manusia adalah risiko keamanan dunia maya teratas dalam lanskap yang semakin mengancam saat ini. Menurut Laporan Intelijen Ancaman 2022 IBM X-Force, phishing adalah jalur kompromi terbesar pada tahun 2021, terhitung 41% dari insiden akses awal. Jaringan otomatis, yang sering dikaitkan dengan proses rumit dan manual dalam suatu organisasi, meminimalkan kemungkinan kesalahan manusia.

Peningkatan Postur Keamanan Siber

Pembaruan otomatis, deteksi ancaman waktu nyata, dan solusi jaringan otomatis lainnya merupakan bagian integral dalam memperkuat postur keamanan siber organisasi. Solusi ini mengambil pendekatan proaktif untuk mempertahankan jaringan perusahaan dari ancaman eksternal dan internal, menurunkan kemungkinan pelanggaran data atau serangan lainnya.

Baca Juga :  Manfaat dan Kekurangan Infrastruktur sebagai Code (IaC)

Skalabilitas Kritis

Otomatisasi jaringan memungkinkan organisasi untuk menskalakan, fitur penting dari setiap solusi keamanan TI. Mereka dapat meluncurkan layanan, perangkat, dan aplikasi baru tanpa menghabiskan waktu dan uang untuk mempersiapkan dan mengamankan sistem sebelumnya. Jaringan manual menawarkan tingkat skalabilitas yang berbeda dari jaringan otomatisnya.

Masa Depan Otomasi Jaringan: Yang Harus Diketahui Karyawan

Banyaknya volume data membuat lingkungan TI modern terlalu rumit untuk ditangani sendiri oleh karyawan. Otomasi adalah tren yang diharapkan tumbuh pesat seiring berkembangnya AI, ML, IoT, dan teknologi lainnya.

Ilmuwan data, profesional keamanan siber, dan eksekutif C-suite harus memahami bahwa mengimplementasikan otomatisasi sama sekali tidak membuat karyawan manusia menjadi tidak berguna. Sebaliknya, itu memicu perubahan dalam aktivitas dan tanggung jawab mereka sehari-hari.

Tim TI harus memantau keefektifan solusi otomatis dan menyarankan bidang peluang lain untuk menggabungkan produk atau layanan ini. Beberapa karyawan mungkin tidak menghadapi perubahan besar dalam tanggung jawab mereka, tetapi banyak yang akan menghadapinya, sehingga perusahaan harus mempersiapkan tim mereka untuk perubahan yang signifikan.

Konvergensi Otomatisasi TI dan Intervensi Manusia

Karena berbagai manfaatnya, otomatisasi jaringan merupakan tren signifikan yang diprioritaskan organisasi, terutama dalam strategi transformasi digital mereka. Jumlah data yang sangat besar yang beredar di seluruh dunia bisnis terlalu banyak untuk diproses secara manual oleh manusia. Oleh karena itu, peran otomasi menjadi jauh lebih penting.

Kebutuhan akan profesional TI yang terampil tidak akan berhenti karena munculnya otomatisasi. Jelas, otomatisasi akan terus mengubah lanskap bisnis dan dunia TI, terutama seiring dengan kemajuan teknologi dan keberadaannya di mana-mana.

Open chat
Tim Marketing
Halo, silahkan jelaskan kebutuhan anda agar kami dapat memberikan penawaran terbaik!